by

Kecanduan Gadget , Bahaya ! Kenali Gejalanya

Beragam Kondisi Orang Yang Dirawat karena Kecanduan Gadget, Kenali Gejalanya


Kecanduan gadget (Foto: iStock)
Jakarta –

Seiring perkembangan teknologi, gadget saat ini pun sudah berkembang menjadi semakin canggih. Kamu dapat melakukan banyak hal dengan hanya melalui satu alat elektronik yang kecil ini. Karena itu, hampir semua orang, terutama anak milenial selalu membawa gadget dimanapun dan kemana pun mereka pergi. Coba perhatikan, apakah kamu termasuk salah satu anak zaman sekarang yang kecanduan gadget? Hati-hati, ini dampaknya bagi kesehatan.

Gadget memang menjadi sarana yang sangat membantu dan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui gadget, mulai dari membaca buku, menonton film, browsing, melakukan transaksi keuangan, memesan makanan, bermain, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang tidak bisa menjalani kegiatannya satu haripun tanpa ada gadget di dekatnya. Sindrom kecanduan gadget ini dinamakan nomofobia yang berasal dari istilah “no-mobile-phone-phobia”. Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan dan usia. Namun, golongan yang paling banyak terkena sindrom nomofobia ini adalah anak-anak milenial yang sangat suka dan selalu ingin update dengan hal-hal terbaru.

Bukan hanya virus Corona COVID-19 saja yang mengkhawatirkan, kecanduan gadget pada anak-anak dan remaja pun kini perlu menjadi perhatian serius.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Bogor, mencatat pada bulan Januari hingga Februari 2021, ada sekitar 14 anak mengalami kecanduan gadget dan harus menjalani perawatan. Sementara pada tahun 2020, dari Januari hingga Desember, sekitar 98 anak yang menjalani rawat jalan karena kecanduan gawai.

Direktur Utama RSJ Cisarua Elly Marliyani menyebutkan anak-anak yang tengah menjalani rawat jalan saat ini merupakan pasien yang murni mengalami gangguan adiksi gawai.

“Mereka murni gangguan adiksi gawai, jadi yang dominan itu kecanduan internet di antaranya adiksi games,” ungkap Lina kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Pakar kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren dari SpKJ dari RS Siloam Bogor menyebut, wabah virus Corona COVID-19 memberikan suatu dampak besar bagi kehidupan setiap orang di dunia. Termasuk mengikuti pembelajaran jarak jauh melalui internet lewat layar komputer, gadget, televisi (study from home).

“Akibat dari ini semua adalah meningkatnya risiko penggunaan gadget dan internet yang berlebihan terutama pada anak-anak dan remaja,” jelas dr Lahargo, seperti rilis yang diterima oleh detikcom, Jumat (19/3/2021).

situs bandar judi slot online

Untuk mengetahui apakah seseorang kecanduan gadget atau ponsel, dr Lahargo memberikan ciri-ciri adiksi atau kecanduan terhadap gawai.

  • Berpikir terus menerus untuk bermain internet, game, dan gadget
  • Menggunakan internet, game, dan gadget lebih lama dari waktu yang sudah ditentukan
  • Berusaha untuk mengurangi atau menghentikan bermain namun gagal
  • Membutuhkan waktu semakin lama untuk mendapatkan kepuasan saat bermain internet, game, dan gadget
  • Menggunakan internet, game, gadget untuk mengalihkan rasa sedih, marah, hingga kecewa
  • Merasa sedih, cemas, gelisah saat tidak bermain internet, game, gadget atau saat berusaha mengurangi, memberhentikannya
  • Memiliki masalah di sekolah, dengan teman, guru, orang tua, keluarga karena penggunaan internet, game, dan gadget.

Apabila ditemukan gejala-gejala kecanduan gadget di atas segera lakukan :

Digital detox

Melakukan digital detox berarti membatasi akses ke dunia digital termasuk media sosial, game online, googling, dll. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Full digital detox (sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia digital)
  • Partial digital detox (pembatasan akses dengan dunia digital untuk hal hal tertentu)

 

Bijak dalam Menggunakan Gadget

Berikut ini adalah tips yang dapat Anda terapkan agar bisa lebih bijak dalam menggunakan gadget dan terhindar dari risiko kecanduan:

  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tepikan kendaraan dan berhentilah sejenak jika Anda merasa ada notifikasi penting.
  • Atur dan batasi waktu penggunaan gadget, misalnya maksimal dua atau tiga jam sehari. Jika pekerjaan mengharuskan Anda untuk menggunakan gadget, maka cobalah cari aktifitas lain yang tidak mengunakan gadget setelah selesai bekerja.
  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang makan bersama atau saat acara keluarga. Utamakan bentuk komunikasi secara langsung agar Anda dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan tetap menjalin kedekatan.
  • Tentukan area bebas gadget, misalnya tidak menggunakan gadget ketika berada di kamar mandi, dapur, atau kamar tidur.
  • Ganti waktu penggunaan gadget dengan aktivitas yang lebih sehat, misalnya berolahraga atau membaca buku.
  • Jangan bermain gadget ketika akan tidur.

Tips-tips di atas juga dapat diterapkan kepada anak-anak di rumah agar kebiasaan ini tidak mengganggu aktivitas belajar dan prestasi akademiknya.

Untuk mengurangi dan mengatasi kecanduan gadget, memang diperlukan kedisiplinan. Namun, hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri Anda serta orang lain.

Konsultasi ke profesional

Segera datangi profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor untuk mendapatkan pertolongan.

Apabila Anda masih juga sulit terlepas dari ketergantungan pada gadget, terutama jika hal ini sudah menimbulkan kesulitan dalam menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari, sebaiknya Anda berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan.

Duh , bahaya ya gaess..yuk sama – sama jaga kesehatan kita. Memang gadget sekarang identik dengan kebutuhan kita namun juga mesti dibatasi ya?! terutama untuk anak – anak nih. Biar masa depan mereka lebih baik , Semangat !!!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed