by

Mau Tahu Cara Jadi Caster? Yukk Simak Tips Dari Shoutcaster Yang Satu Ini

5 Tips Menjadi Shoutcaster ala Aldo “LuckasLauw” Putra

5 Tips Menjadi Shoutcaster oleh Aldo
Jakarta –

Shoutcaster, mungkin sering dilihat sebagai pekerjaan yang sepele, namun sejatinya memiliki tanggung jawab besar dalam prosesnya. Setidaknya itulah sedikit gambaran ‘Shoutcaster’ dari Aldo “LuckasLauw” Putra, mentor dari AOV Caster Idol (ACI) Season 2.

Tak hanya memiliki tugas untuk meramaikan acara, Shoutcaster juga harus bisa memberikan hiburan dan mengedukasi pemirsanya.

Melalui pembahasan kali ini, Aldo LuckasLauw akan memberikan beberapa 5 tips penting bagaimana kalian bisa menjadi Shoutcaster yang andal dalam acara Esports.

1. Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang paling utama untuk dimiliki seorang Shoutcaster. Bukan hanya karena tampil secara langsung di depan kamera, namun kepercayaan diri tersebut akan membantu seorang Shoutcaster untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan mendetail.

Saat seorang Shoutcaster memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ia bisa menganalisis dengan sangat baik dan memberikan prediksi yang akurat. Sehingga, pemirsa yang menonton acara tersebut dapat menyaksikan acara dengan nyaman. Kepercayaan diri adalah suatu hal yang harus dimiliki seseorang. Seseorang harus yakin pada kemampuan dirinya sendiri. Dengan kepercayaan diri, Anda bisa mempengaruhi banyak orang sehingga percaya pada Anda. Jangan harap orang lain akan percaya Anda jika Anda sendiri tidak percaya pada diri Anda sendiri.

Agar bisa memiliki kepercayaan diri yang tinggi adalah dengan berlatih berbicara di depan cermin. Dengan begitu kalian bisa lebih siap dan matang saat membawakan acara Live.

 

2. Eye Contact dengan Kamera

Saat kalian sudah mendengar hitungan mundur dari Floor Director dalam acara esports, kalian harus mempersiapkan diri dan menatap kamera untuk menyambut pemirsa yang menyaksikan di luar sana.

Menurut Aldo, Eye Contact dengan kamera merupakan salah satu hal yang sulit dilakukan oleh Shoutcaster Junior. “Ini adalah hal yang cukup sulit dilakukan, apalagi kita harus berbicara dengan kamera,” timpalnya saat dihubungi langsung oleh tim Garena. Kontak mata dan ekspresi wajah memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan sosial dan perasaan; orang-orang tanpa sengaja sering memperhatikan mata orang lain untuk menduga perasaan orang tersebut. Melalui kontak mata, seseorang juga dapat memeriksa apakah lawan bicara memperhatikannya, dan apakah lawan bicara setuju dengan pembicaraannya

Untuk meminimalisir rasa “tidak nyaman” tersebut, kalian bisa melihat sedikit lebih ke atas dari lensa kamera, atau kalian juga bisa sesekali menatap Partner Caster dan membuatnya jadi lebih natural.

situs bandar judi slot online

 

3. Etika di Depan Kamera

Ketika menjadi seorang Shoutcaster, kalian harus membedakan tatanan bahasa yang digunakan dan juga perilaku di depan kamera. Dalam hal ini, kemampuan Public Speaking dan Soft Skills kalian akan sangat diperlukan untuk bisa menjaga etika di depan kamera.

Soft Skill sendiri merupakan kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik dalam lingkungan ataupun dunia kerja, seperti dilansir dari The Balance Career. Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Singkat kata, bahasa dan perilaku yang kalian tampilkan di depan kamera harus disesuaikan dengan standar penyiaran. Perbanyak kosa kata dengan rajin membaca agar bisa memberikan informasi dengan lebih variatif dan menarik.

4. Smiling Voice

Suara dan intonasi adalah hal yang sangat penting dalam dunia Shoutcaster. Karena tak hanya tampilan, pemirsa di rumah juga akan menilai melalui intonasi dan suara kalian.

Salah satu teknik yang mungkin bisa kalian lakukan adalah Smiling Voice. “Saat saya belajar sebagai seorang penyiar, saya dituntut untuk bisa menggunakan Smiling Voice. Ya, Smiling Voice merupakan keadaan di mana kalian berbicara dalam keadaan tersenyum,” ujar Aldo. Intonasi yaitu tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat yang memberikan penekanan dalam kata-kata tertentu di suatu kalimat.

“Ketika kita menggunakan Smiling Voice, suara yang keluar memiliki intonasi yang lebih tinggi, ceria, dan menyenangkan. Hal ini dapat menularkan “kebahagiaan” kepada pemirsa yang mendengar suara kita. Dengan begitu, pemirsa yang menyaksikan acara tersebut di rumah akan menjadi semangat dan merasa senang,” tambahnya lagi.

 

5. Knowledge Game

Seorang Shoutcaster harus memiliki Knowledge Game yang sangat tinggi di dunia esports. Mereka dituntut untuk mengetahui seluk-beluk di dalam Game, seperti Genre, strategi, Skill, dan beberapa pengetahuan mendasar dari Game tersebut.

Seorang Shoutcaster tidak serta merta harus memiliki Ranking yang tinggi di dalam sebuah Game. Namun, ia harus bisa menganalisis Game dengan sangat baik dalam setiap situasi saat membawakan acara.

Dengan pendalaman Game yang sangat baik, seorang Shoutcaster bisa memprediksi hal-hal penting yang mungkin tidak diketahui oleh para pemirsanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed